Foto Kegiatan Kursus Persiapan Perkawinan Katolik (KPPK) di Gereja Paroki St.Simon Petrus Compang, Jumat 15 Mei 2026 oleh M.Hamse
Compang, WARTASSPC.ID- Gereja Paroki St. Simon Petrus Compang menyelenggarakan Kursus Persiapan Perkawinan Katolik (KPPK) selama dua hari, 15 hingga 16 Mei 2026.
Kegiatan yang berlangsung di Gereja paroki ini diikuti sebanyak 126 peserta dari berbagai wilayah stasi.
Kegiatan KPPK ini menjadi bagian dari pembinaan iman bagi pasangan calon suami istri sebelum menerima Sakramen Perkawinan dalam Gereja Katolik. Selain memperdalam pemahaman tentang makna perkawinan, peserta juga dibekali berbagai materi mengenai kehidupan keluarga, komunikasi dalam rumah tangga, pendidikan iman anak, hingga tanggung jawab suami dan istri dalam membangun keluarga kristiani dan masih banyak materi lainnya.
Pastor Paroki Romo Florianus Suyanto dalam sambutannya menegaskan bahwa kegiatan KPPK bukan sekadar formalitas administratif untuk memperoleh sertifikat, melainkan menjadi bekal penting dalam perjalanan hidup berumah tangga.
"Kegiatan KPPK hari ini menjadi bekal perziarahan hidup berumah tangga. Karena itu, kegiatan ini diharapkan bukan hanya formalitas semata, bukan sekadar mendapatkan sertifikat, tetapi ada makna yang bisa kalian ambil," ujarnya.
Romo Florianus juga menekankan pentingnya keluarga dalam ajaran Gereja Katolik sebagai persekutuan hidup dan kasih yang dibangun atas dasar sakramen perkawinan.
"Keluarga dalam Gereja Katolik adalah persekutuan hidup dan kasih (Ecclesia Domestica) yang berakar dari perjanjian sakramental antara laki-laki dan perempuan. Karena itu, keluarga merupakan Gereja Rumah Tangga atau gereja kecil yang menjadi tempat utama pertumbuhan iman, pendidikan anak, serta saksi kasih Kristus," tegasnya.
Sementara itu, Ketua Seksi Kekeluargaan Paroki Ibu Bernadeta Onis mengatakan bahwa membangun kehidupan rumah tangga membutuhkan kesiapan mental, spiritual, dan komitmen yang kuat.
"Membangun bahtera rumah tangga bukanlah sesuatu yang mudah seperti yang kita bayangkan. Dalam Gereja Katolik, Sakramen Perkawinan sangat sakral, seperti yang tertulis dalam Kitab Suci, apa yang sudah dipersatukan Tuhan tidak boleh diceraikan manusia," ungkapnya.
Menurut Bernadeta, pelaksanaan kursus perkawinan menjadi langkah awal yang penting bagi pasangan calon keluarga baru dalam membangun kehidupan rumah tangga yang harmonis dan berlandaskan iman.
"Kursus Perkawinan Katolik yang sudah kita mulai hari ini menjadi fondasi awal dan bekal spiritual bagi bapak dan ibu sekalian untuk membangun kehidupan rumah tangga ke depan," lanjutnya.
Di akhir sambutannya, ia berharap seluruh peserta dapat mengikuti seluruh rangkaian kegiatan dengan serius dan aktif agar materi yang diberikan para fasilitator dapat dipahami serta diterapkan dalam kehidupan keluarga nantinya.
"Kami seluruh panitia mengharapkan peran aktif dari semua peserta KPPK agar dapat mengikuti kegiatan ini dengan baik dan mencermati seluruh materi yang akan diberikan oleh bapak dan ibu fasilitator," tutupnya.
Writer|| Stanislaus Bandut|| Komsos Paroki
.png)