Selamat Datang Diwebsite Paroki St.Simon Petrus Compang Pentahbisan Gereja Baru St. Petrus Compang, Mgr. Maksimus Regus Apresiasi Kekompakan Umat

Pentahbisan Gereja Baru St. Petrus Compang, Mgr. Maksimus Regus Apresiasi Kekompakan Umat

0
Foto perayaan Ekaristi Pentahbisan Gereja Paroki St.Petrus Compang, Selasa (04/08/2026)

Compang, WARTASSP.ID– Uskup Labuan Bajo, Yang Mulia Mgr. Maksimus Regus, menegaskan bahwa Gereja bukan sekadar bangunan yang megah, melainkan pusat kehidupan iman, doa, dan pelayanan umat. Penegasan tersebut disampaikannya dalam homilinya  pada Misa Pentahbisan Gereja Baru Paroki St. Petrus Compang, Selasa (04/08/2026).


Dalam homilinya, Mgr. Maksimus menyampaikan apresiasi atas semangat kebersamaan umat yang telah diwujudkan melalui pembangunan gereja baru tersebut. Menurutnya, berdirinya gereja yang megah menjadi bukti nyata kerja keras, persatuan, dan kekompakan seluruh umat Paroki St. Petrus Compang.


"Dari gereja ini, kita mengetahui bahwa umat di tempat ini sungguh luar biasa. Gereja ini menjadi bukti kebersamaan dan kekompakan umat," ungkapnya.


Ia menekankan bahwa kehidupan menggereja tidak hanya bertumpu pada seorang imam. Sebaliknya, Gereja hidup karena keterlibatan seluruh umat Allah yang bersama-sama mengambil bagian dalam karya pelayanan dan pewartaan.


"Gereja tidak hanya mengandalkan seorang imam, tetapi mengandalkan kita semua," tegas Uskup Maksimus.


Lebih lanjut, ia mengatakan bahwa proses pembangunan Gereja St. Petrus Compang merupakan refleksi nyata dari semangat gotong royong, pengorbanan, dan kerja keras umat dalam membangun rumah Tuhan.


Namun demikian, Mgr. Maxsimus mengingatkan bahwa kemegahan bangunan gereja tidak akan memiliki makna apabila tidak diiringi dengan kehidupan iman yang berpusat kepada Allah.


"Gereja ini indah dan megah, tetapi ini hanyalah sebuah bangunan. Bangunan ini tidak memiliki makna apabila kita tidak memusatkan hidup kita kepada Tuhan sendiri," katanya.


Menurutnya, gereja harus menjadi tempat umat berjumpa dengan Allah melalui doa, menerima rahmat-Nya, serta memperkokoh iman dalam kehidupan sehari-hari.


"Gereja yang indah ini harus menjadi pusat tempat kita berdoa, tempat kita mengalami penyertaan Tuhan, dan menerima rahmat-Nya. Karena itu, kehadiran gereja ini menjadi pusat iman kita," tuturnya.


Di akhir homilinya, Mgr. Maksimus mengingatkan bahwa Gereja tidak boleh dijadikan ruang untuk menunjukkan kedudukan ataupun kekuasaan. Sebaliknya, Gereja harus menjadi lambang pelayanan yang menghadirkan kasih, kerendahan hati, dan persaudaraan bagi semua orang.


"Gereja bukan tempat orang menunjukkan kekuasaan, tetapi Gereja adalah simbol pelayanan," pesannya.


Peresmian dan pentahbisan Gereja Baru Paroki St. Petrus Compang menjadi tonggak penting bagi perjalanan iman umat setempat. Diharapkan, gereja yang baru ini tidak hanya menjadi kebanggaan secara fisik, tetapi juga menjadi pusat pembinaan iman, persaudaraan, dan pelayanan yang semakin menghidupkan kehidupan menggereja di tengah masyarakat.



Writer|| Stanislaus Bandut|| Komsos Paroki

Tags

Posting Komentar

0Komentar
Posting Komentar (0)

#buttons=(Accept !) #days=(20)

Our website uses cookies to enhance your experience. Learn More
Accept !
To Top