Compang, WARTASSPC.ID-Pentingnya doa dan Kitab Suci sebagai dasar kehidupan keluarga Katolik kembali ditegaskan dalam kegiatan Kursus Persiapan Perkawinan Katolik (KPPK) yang berlangsung di Gereja Paroki St. Simon Petrus Compang pada Jumat (15/5).
Materi bertema "Doa dan Kitab Suci Dalam Keluarga" dibawakan oleh Fasilitator Bapak Zakarias Bagung di hadapan Peserta calon pasangan suami-istri yang mengikuti rangkaian pembinaan menuju sakramen perkawinan.
Dalam pemaparannya, Zakarias menegaskan bahwa kehidupan keluarga Katolik tidak dapat dipisahkan dari doa bersama dan kebiasaan membaca Kitab Suci. Menurutnya, keluarga yang dibangun atas dasar iman akan lebih mampu menghadapi berbagai tantangan kehidupan rumah tangga.
"Doa dalam keluarga bukan hanya menjadi rutinitas, tetapi menjadi sarana membangun komunikasi dengan Tuhan sekaligus mempererat hubungan antaranggota keluarga," ungkapnya.
Lebih lanjut, Sakarias juga mengajak peserta untuk merenungkan makna doa dalam kehidupan keluarga.
"Apakah doa merupakan kewajiban atau kebutuhan?" tanyanya.
Pertanyaan tersebut memantik perhatian dan diskusi di antara para peserta KPPK. Zakarias menjelaskan bahwa banyak orang masih memandang doa sebatas kewajiban religius semata. Padahal, doa sejatinya merupakan kebutuhan rohani yang penting bagi kehidupan manusia, khususnya dalam membangun keluarga yang harmonis dan berlandaskan kasih Tuhan.
"Ketika doa menjadi kebutuhan, maka keluarga akan selalu merasa dekat dengan Tuhan dalam setiap situasi kehidupan, baik suka maupun duka," jelasnya.
Ia juga mengajak para calon pasangan untuk mulai membiasakan membaca dan merenungkan Kitab Suci sejak awal kehidupan berkeluarga. Dengan demikian, nilai-nilai kasih, pengampunan, kesetiaan, dan pengorbanan dapat terus hidup dalam rumah tangga.
Diakhir Materinya Zakarias berharap melalui kegiatan ini, para calon pasangan suami-istri dapat mempersiapkan diri secara rohani maupun mental sebelum memasuki kehidupan perkawinan.
Writer|| Stanislaus Bandut|| Komsos Paroki
.png)
